Skip to main content

Posts

Showing posts with the label ivan

Happy Birthday My Husband and Son!

Happy birthday 2 orang yang paling aq cintai.. Di tahun 2016 ini untuk pertama kalinya suamiku merayakan ulang tahun bersama dengan anakku.. Tanggal ultah mereka emang berdekatan, Ivan (suami) ultah tanggal 17 Maret, sedangkan Jose ultah tanggal 20 Maret. Sayangnya waktu Jose ultah pertama tahun lalu, kami masih tinggal terpisah. Jadi tahun ini officially mereka merayakan ultah yang benar benar barengan! :) Nah, daripada membicarakan tentang serba serbi ulang tahun dan hura hura seperti yang biasanya aq tulis (yang kebanyakan juga kurang bermanfaat untuk dibaca orang awam), kali ini aq mau menuliskan tentang perkembangan anak usia 2 tahun, khususnya si Jose ini. Ini merupakan salah satu wujud syukur karena tahun lalu aq dan suami sudah melewatkan satu tahun milestone anak kami, jadinya sama sekali nggak punya catatan resmi selain "Jose sudah bisa jalan di bulan Juni 2015" kemarin. Perkembangan anak usia 2 tahun menurut pengalaman pribadiku sih cukup pesat jika diba...

Merry Christmas 2015 and Happy New Year 2016

Merry christmas everybody! Ada yang special di natal 2015 ini buat aq and keluarga.. hehehe.. Akhirnya kami berkumpul juga semuanya.. Jose sudah bergabung kembali di keluarga kami setelah 14 bulan kami berpisah karena bersekolah dan memperjuangkan PR di Australia.. Our family picture! 25.12.15 Merry Christmas 2015 from Jose Akhirnya di akhir November 2015 kemarin aq dapat jawaban positive dari vetassess untuk skill assessment-ku.. Artinya, kalau aq bisa menembus test ielts yang equivalent 7.0 each band (dan bila Tuhan mengizinkan), aq bisa punya kesempatan untuk membawa keluargaku menjadi Permanent Resident di Australia.  Mendapatkan nilai equivalent 7.0 each band itu sama sekali nggak gampang lho.. Kapanhari aq sudah mencoba test yang setara ielts, yaitu PTE (dikarenakan kalau di Aussie, ielts itu menjadi semacam bisnis dan kurang fair katanya karena yang menilai adalah manusia, sedangkan kalau PTE yang menilai itu komputer), itupun di kesempatan pertama dengan si ...

Happy Birthday to me! (2015)

Sesuai dengan judulnya.. Happy birthday to me! Aq barusan ulang tahun yang ke 27 kemaren, per tanggal 5 September 2015.. hehe.. Entah mengapa aku seneng angka 27.. mungkin karena 2+7 = 9? Pokoknya ultah kali ini aq merasa happy.. Meskipun nggak dirayain di restoran karena lagi penghematan, tapi aq semangat banget buat bikin party sendiri di rumah.. Jadi aq emang udah planning buat acara ultah sendiri, masak sendiri di rumah sendiri! Peserta pestanya ya cuman aq, suami dan pasutri housemate yang baik hati.. Persiapan pestanya dimulai sejak jumat malam, pulang kerja, aq dan suami janjian ketemuan di Barkly Square buat belanja beberapa bahan yang belum ada, seperti: brown sugar, pizza base, cola, dried fruit.. Bahan bahan masakan yang lain sebenernya masih ada di dapur, jadi beberapa yang belum ada aja yang beli.. Habis pulang, aq dan suami nunggu sampai jam 12 malem buat nyanyi "happy bday" berdua aja.. lalu tidur.. Paginya, di hari sabtu itu (untung weekend), aq mulai persia...

We Start Walking on June 2015

Setelah absen ngeblog sebulan lebih akhirnya saya ada waktu untuk ngeblog juga.. Ini karena di bulan Mei saya sibuk banget nyelesaiin serifikat sebagai Assistant Educator di Melbourne dan lagi hunting pekerjaan. Sesuai dengan judul "start walking", kalau di Australia ini, tanpa ada sertifikat (award) atau apapun, pekerjaan yang bisa dijalani hanyalah pekerjaan "ngesot".. Hanya ada beberapa orang yang beruntung karena punya skill atau kelebihan (dan berkat luar biasa dari Tuhan) yang bisa bekerja dengan gaji taraf Australia. Contohnya, Ivan, suamiku itu.. dia diberkati Tuhan luar biasa dan punya skill fisik luar biasa sehingga bisa kerja di proyek tanpa punya sertifikat, bahkan ijazah dari Indo juga  bukan S1 Teknik, dan kemampuan berbahasa Inggrisnya juga biasa saja.. sedangkan saya yang lebih paham Bahasa Inggris dan sedang berkutat dengan sertifikat, di awal awal bulan saya tiba di Melbourne, ya bisanya cuman dapet pekerjaan "ngesot" itu tadi.. Berawal d...

Happy Birthday My Husband and My Son

Holaa.. nggak terasa sudah 2 bulan diriku gak ngeblog sama sekali.. Gimana mau ngeblog, aku sibuk bangeeeett dan beberapa kali terkendala beberapa drama kehidupan di sini haha.. Prahara pertama dimulai waktu bulan Februari 2015.. waktu itu kami merencanakan buat mengurus visa mama dan Jose untuk bisa ke Australia.. Ya rencana kami sih mau merayakan ulang tahun suami, Jose dan mama yang saling berdekatan itu semuanya di Melbourne.. Tapi ternyata, di tengah tengah pengurusan visa itu, agenku bilang bahwa visa Jose bakalan terkendala bank statement.. Karena Indonesia masih dianggap negara yang rawan menjadi imigran gelap (halah kasian banget ya), jadinya kita yang mau kesana sebagai turis harus punya bank statement yang amat besar jumlahnya, lagian orangtua Jose (kami) ini masih memegang visa student yang notabene buat menanggung biaya pendidikan aja sudah berat, bagaimana mau membawa anak kemari, gitu.. Singkat cerita, hanya visa mama yang bisa di-approve oleh Australian Goverment, sedan...

Merayakan Tahun Baru 2015 di Melbourne

Hai.. Selamat tahun baru 2015 semuanya.. Semoga di tahun baru 2015 ini kita semua menjadi manusia yang lebih baik hehe.. Ini adalah tahun baru pertama saya dan suami di Melbourne.. Eh, seharusnya yang kedua sih buatku, karena dulu waktu kecil pernah liburan sama ortu ke Melbourne, sebelum tahun 2000 hahaha.. lama amat ya.. udah lupa sih sebenernya.. Dan tahun baru 2015 ini menjadi tahun baru pertama saya, sejak beberapa tahun absen nggak perna liat lagi acara kembang api tahun baru secara live. Selama ini kalau di Indonesia, paling cuman lihat acara countdown tahun baruan di TV, channel Transtv, RCTI dll yang suka nampilin acara beginian. Kadang ada beberapa juga yang menampilkan acara kembang api negara negara lain yang kelihatannya bombastis. Kali ini.. aku bener bener ada di Melbourne, sebuah keajaiban juga.. Aku rasa tahun 2014 bener bener tahun titik balik buat kami.. Di mana kami diberi seorang anak laki laki yang ganteng (narsis mode on), terus bisa merasakan hidup di negeri kan...

My First Month in Melbourne

Akhirnya.. setelah sebulan rada grotal gratul, perlahan tapi pasti aku dan suami mulai mendapatkan pencerahan.. Terimakasih banget buat Tuhan Yesus yang sudah menyertai kami, mempertemukan kami dengan orang orang yang baik hati di Melbourne, meskipun sebelumnya kami belum pernah mengenal satu dengan yang lain..  Awal awal kedatangan kami kesini, kami dijemput oleh housemate kami, Taufan (kami tinggal bersama istri dan anaknya), baik hati kan.. Padahal kami belum pernah ketemu sebelumnya.. Untuk pesan taksi uber disini aja sekali jemputan kita kena charge 50 dollar, tapi kami nggak kena charge karena dijemput oleh housemate kami dengan cuma cuma.. Hari itu juga aku langsung ke kampus, orientasi, lalu pulangnya ada suamiku dan 2 teman kami (kalo yang ini kami udah kenal sebelumnya). Susu dan Bobbi yang jadi tour guide kami untuk mengurus akun bank dan simcard telepon, lalu beli kartu myki, beli beras dan sebagainya.. Bobbi juga baik banget karena kami ditraktir makan 2x.. Pert...

Siapa Bilang Hanya Orang Kaya yang Bisa Sekolah Luar Negeri?

Kalau menurut orang Indonesia, umumnya yang bisa sekolah luar negeri hanya anak orang kaya atau orang yang pintar banget.. Semacam sekolah kedokteran lah.. dulu waktu aku mau kuliah kedokteran, someone told me kalo yang bisa kuliah kedokteran di Indonesia ya kalo bukan orang kaya ya orang pintar banget, lah kalo cuman sedang sedang saja sih susahh.. Okay, kuakui pertama kali mendengar statement ini aku tersinggung, habis yang ngomong begitu itu emang anak orang kaya yang siap bayar berapapun harganya buat masuk kedokteran.. Toh meskipun dia bukan anak IPA, nyatanya juga bisa kuliah bidang kedokteran dan denger denger sih lulus juga (hebat kan kalau niat).. So, buat apa juga ya di SMA ada pembagian kelas IPA dan IPS.. Nah kalau sekolah di luar negri ini emang salah satu impianku, seperti yang pernah kutuliskan di  sini . Aku memang bukan orang yang kaya atau pintar banget.. Aku sih cuman sedikit di atas rata-rata.. Kalau jadi orang kayaaa sih pernah waktu masih keciiill.. Tapi ...

Menyapih Jose dengan Cinta dan Doa

Terhitung sejak hari Jumat tanggal 19 September 2014 kemarin, aku balik ke Surabaya dan mulai stand by di rumah mama sebelum aku dan suami berangkat ke Aussie.. Hal itu dikarenakan kami akan menitipkan Jose sementara pada pho pho- nya yaitu mamaku.. Yahh memang sih banyak orang yang bilang "kasihan ya anakmu kok ditinggal..." atau "udah tega ta ninggalin anak" atau "kamu nggak kangen ta sama anak" dan omongan semacamnya itu.. Wahhh.. sebenernya kalo ditanya begitu jawabannya ya kangen, tapi buat kebaikan.. Bukan karena tega nggak tega, tapi semua yang aku dan suami lakukan pasti yang terbaik untuk Jose.. Bahkan pergumulan ini sudah terjadi lama sebelum Jose lahir, di dalam kandungan pun kami sudah memikirkan hal ini dengan baik-baik.. Lah gimana, wong kami berdua pergi ke Australia masih butuh beradaptasi dengan lingkungan baru, kehidupan baru, kerjaan baru, ditambah aku juga harus kuliah.. Riskan sekali bagi kami untuk membawa serta anak, apalagi kami pe...

Perjuangan Meraih Cita-cita Sekolah di Luar Negeri

Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan Semua dapat Kau lakukan Apa yang kelihatan mustahil bagiku Itu sangat mungkin bagi-Mu Di saat ku tak berdaya Kuasa-Mu yang Sempurna Ketika ku percaya Mujizat itu Nyata Bukan karna kekuatan Namun roh-Mu ya Tuhan Ketika ku berdoa Mujizat itu Nyata Yahh lagu Mujizat itu Nyata benar benar mewakili kehidupanku saat ini.. Tanggal 15 September 2014 kemarin bener bener salah satu hari yang penting buat aku, karena student visa buatku sekolah di Melbourne-Australia itu keluar, setelah penantian dan perjuangan yang sangaaaaattt panjang.. Sebenernya awal dari keinginanku sekolah di luar negeri itu berasal dari kegagalanku sekolah di Singapore waktu SD seperti yang pernah kuceritakan di salah satu artikelku tentang  kepahitanku saat masih SD  dulu.. Setelah aku mulai masuk SMA, keinginan untuk sekolah di luar negeri mulai muncul, saat itu aku pingin ke Australia atau Jerman, makanya waktu itu aku les bahasa jerman, meskipun akhirnya...