Skip to main content

About Us

Hai.. Aku akan memperkenalkan satu per satu dari anggota keluarga ini..




1. Anita Carolina (Istri)

Aku lahir di Surabaya, 5 September 1988, sebagai anak tunggal. Dari TK sampai kuliah, aku rutin setor duit ke Petra, lembaga pendidikan Kristen di Surabaya.. Tahun 2010 aku lulus sebagai Sarjana Teknik, jurusan Teknik Arsitektur dari Universitas Kristen Petra dengan predikat almost cumlaude karena selisih nilai 0,05 dari IPK cumlaude, miris kan.. hahahaha.. Banyak yang bilang pribadiku aneh, kadang Sanguin yang ceria, kadang Koleris yang mbencekno pol.. Entahlah, aku bukanlah orang yang sempurna hehehe.. Hobiku tidur, bisa kuat begadang tapi susah bangun pagi.. Suka makanan yang aneh aneh kayak mata burung dara, suka film yang aneh aneh, kayak pembunuhan sadis.. Tapi aku bukan orang yang munafik dan kemampuanku untuk bermuka dua payah sekali..




2. Ivan Sinardianto (Suami)

Suamiku ini lahir di Surabaya, 17 Maret 1985. Seorang Sarjana Ekonomi dari Fakultas Akutansi Universitas Widya Mandala Surabaya. Bukan seorang yang hobi sekolah.. IPK tidak perlu disebutkan karena kelulusannya penuh perjuangan dengan bantuan teman, teman dan yang terpenting adalah bantuan TUHAN.. Tapi yang aku suka dari suamiku ini adalah dia rajin bekerja, dia pribadi yang apa adanya, jujur, berambisi dan cinta Tuhan.. Bahkan tingkat kekuatan iman-nya pun lebih tinggi dariku.. Cita citanya tinggi dan keinginannya banyak sekali, ingin begini, ingin begitu, tapi nggak pelihara robot kucing doraemon atau setidaknya punya kantong ajaib.. Untungnya dia punya Kristus dalam hatinya sehingga kebanyakan beberapa impiannya terbukti bisa dicapai.. Meskipun suamiku ini orangnya pelit (sama donk kayak aku), tapi untuk istri dan anaknya dia selalu memberikan yang terbaik..



3. Jose Sidney Sinardianto & Chelsea Eline Sinardianto

Jose Sidney Sinardianto adalah anak pertamaku laki laki yang ganteng dan pintar.. hehehehe.. narsis amat.. Jose ini lahir di Sidoarjo, bukan di Sydney lho yaa.. Dia ini anak pertama, cucu pertama dan cicit pertama dari keluarga besarku dan suami, karena itulah kehadirannya mendapatkan perhatian dan sambutan lebih.. Anakku ini sangat pengertian karena selama proses kehamilan dan kelahirannya pun tidak menyusahkan.. Di tahun 2014, aku dan suami mengusahakan masa depan yang lebih baik untuknya.. Melalui blog ini kami berharap agar Jose tau kalau whatever we do, we do it "just for our better future"..  Jose, we love you very much!


Foto tahun 2014 waktu Jose masih bayi


Chelsea Eline Sinardianto adalah anak keduaku, perempuan yang lahir di Dandenong Hospital - rumah sakit di bagian South Eastern Suburb Victoria, 35 km dari kota Melbourne.
Chelsea lahir di tahun 2022, 8 tahun setelah kelahiran Jose dan kedatangan kami di Australia.


Blog ini aku buat sebagai diary pribadi, bukan untuk sarana membanggakan diri atau semacamnya.. Dulu aku pernah juga menulis di buku diary waktu masih ABG labil.. Nah yang namanya ABG labil, kalo udah gak mood liat diaryku sendiri,  biasanya buku itu aku robek robek atau bakar hahahaha.. Kayaknya aku pernah bakar lebih dari 3 buku terus males deh nulis lagi karena akhirnya jadi bakar bakar duit.. Jadi kalau diary dalam bentuk blog ini menurutku lebih praktis dan ekonomis..

Warning:

1. Dalam blog ini mungkin menampilkan beberapa perbedaan prinsip, seperti prinsip "Nasionalisme" dan "Makan nggak makan yang penting kumpul", tetapi aku tetap memakai Bahasa Indonesia sebagai wujud nasionalisme dan tak pernah ada dalam pikiran jangka panjangku untuk memisahkan diri dari keluarga.. Biarpun kita jauh di mata tapi dekat di hati, daripada sebaliknya..

2. Dalam blog ini mungkin tertera beberapa kalimat sebagai wujud terimakasihku kepada Jesus Christ karena aku seorang kristiani. Sama sekali tidak ada unsur pemaksaan atau kristenisasi, aku menghargai setiap agama yang dipeluk umat di dunia.. Please No SARA..

3. Dalam blog ini, semua komentar akan masuk dalam mode moderasi.. Sehingga kalau ada pembaca yang ingin berkomentar, akan masuk ke dalam penampungan terlebih dahulu.. Aku sih nggak terlalu berharap apresiasi lebih karena niatku hanya untuk sharing pengalaman pribadi..

4. Last but not least, harap tinggalkan budaya plagiat dan copy paste ya sodara sodara.. Jika ingin diskusi okay, tapi kalau opini pribadi jangan sampai di copy paste.. thank you..


Written by: Anita (15-08-2014) - updated on 26-07-2022 


Comments

Popular posts from this blog

Welcome 2017, Goodbye PTE and IELTS!

Hi, this is my first time to post an article in English.. Sorry for any grammar mistakes which might occur in this article :) I just want to share my horrid experience with PTE and IELTS in 2016. A rough journey, indeed, but Thanks God, I finally made it! I decide to write this in English to help everyone who have a plan to take an English proficiency test for any purposes. As you know, if you want to study abroad or migrate to some English Speaking Countries, like Australia, Canada or England, you definitely have to take this test. You can select the one which suits you best, either PTE or IELTS. IELTS academic for study purposes, and IELTS general for migration (except for teacher or nurse - they do not have any choices but the academic one). My journey to pursue the proficient level, IELTS 7 each or PTE 65 each started at the end of 2015. The meaning of each is I have to get minimum 7 in reading, listening, speaking and writing in IELTS or 65 in PTE Academic. My first choice was...

Akhirnya kami jadi Permanent Resident Australia

Akhirnyaaaa… Kami sekeluarga mendapatkan permanent residency dari Pemerintah Australia. Satu lagi mujizat Tuhan yang terbesar dalam hidupku. Perjalanan kami untuk mendapatkan PR Australia ini cukup panjang dan berkelok kelok dan dengan kuasa Tuhan, DIA membuat segala sesuatunya indah pada waktuNya. Berawal dari perbincangan saya dengan teman semasa kuliah dulu di tahun 2014, saya dan suami bertekad untuk mendapatkan permanent residency ini. Dan langkah yang kami ambil sebenarnya sangat ekstrem. Saat itu saya sedang hamil Jose. Di bulan ke 7 kehamilan saya, saya mencoba mendaftar di salah satu Institute di Melbourne dan akhirnya diterima di sana. Kami menjual aset kami yang ada di Indonesia untuk terbang ke Melbourne dan memulai hidup sebagai student di sana. Dengan berat hati karena pemegang Student Visa Australia tidak bisa mendapatkan fasilitas Childcare yang harganya bisa mencapai 700ribu rupiah / 60-70 AUD per hari maka kami pun meninggalkan anak kami yang masih bayi yang saat...

Jose's Birth Story

Hai.. Sebenarnya anakku Jose ini udah lahir sejak bulan Maret 2014, tapi karena aku baru tertarik buat nge-blog sekarang, jadinya aku baru nulis sekarang deh.. hehehe.. Oke, kita mulai ceritanya dari waktu Jose masih berupa benih di dalam kantong rahim.. Waktu itu bulan Agustus 2013, udah setengah taon lebih aku married and belum dikasih momongan.. Waktu itu aku iseng buat test pack soalnya aku merasakan gejala mens sejak seminggu yang lalu tapi nggak keluar keluar mens-nya.. Sempat ada bercak di CD tapi tetep aja aku tunggu berhari hari juga enggak bocor.. Akhirnya waktu itu hari sabtu, aku test deh pagi-pagi.. Pikirku sekalian mumpung sabtu, kalo hasilnya positif, bisa langsung ke dokter.. Aaaand.. Jeng jeng!! Dua garis lohhh sodara .. :) Aduh seneng donk ya.. langsung waktu itu aku kasih tau suami yang barusan bangun tidur.. waktu itu dia masih setengah percaya nggak percaya, akhirnya kami putuskan untuk USG hari itu juga ke Siloam Surabaya.. Dan ternyata aku hamil 4 minggu hihi...