Skip to main content

Posts

Happy Birthday My Husband and My Son

Holaa.. nggak terasa sudah 2 bulan diriku gak ngeblog sama sekali.. Gimana mau ngeblog, aku sibuk bangeeeett dan beberapa kali terkendala beberapa drama kehidupan di sini haha.. Prahara pertama dimulai waktu bulan Februari 2015.. waktu itu kami merencanakan buat mengurus visa mama dan Jose untuk bisa ke Australia.. Ya rencana kami sih mau merayakan ulang tahun suami, Jose dan mama yang saling berdekatan itu semuanya di Melbourne.. Tapi ternyata, di tengah tengah pengurusan visa itu, agenku bilang bahwa visa Jose bakalan terkendala bank statement.. Karena Indonesia masih dianggap negara yang rawan menjadi imigran gelap (halah kasian banget ya), jadinya kita yang mau kesana sebagai turis harus punya bank statement yang amat besar jumlahnya, lagian orangtua Jose (kami) ini masih memegang visa student yang notabene buat menanggung biaya pendidikan aja sudah berat, bagaimana mau membawa anak kemari, gitu.. Singkat cerita, hanya visa mama yang bisa di-approve oleh Australian Goverment, sedan...

Berdoa dan Berpuasa dalam Kristen

Hello everyone.. Kali ini saya mau memposting blog tentang doa dan puasa dalam Kristen.. Kedengarannya rohani sekali ya.. Saya akui saya memang belum sempurna dalam Kristen, masih banyak kekurangan saya yang terkadang membuat Tuhan berduka.. Bagi orang orang yang mengenal saya juga tahu bahwa kadang saya masih mudah emosi dan susah memaafkan, kadang egois, kurang care dan lain lain.. Tapi dalam kesempatan kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya tentang berdoa dan berpuasa.. Bagi yang ingin lanjut membaca, boleh dibaca.. bagi yang kurang berkenan, saya juga tidak memaksa untuk membaca.. hehehe.. Waktu saya masih kerja di kantor di Surabaya, saya pernah melakoni puasa, tapi nggak penuh.. Waktu itu karena gereja saya mengadakan waktu puasa yang bertepatan dengan puasanya Islam, jadinya rekan rekan kerja saya yang Muslim pada tanya.. loh emang kristen ada puasa?? Ya.. ada donk! Dan setahu saya juga, nggak ada waktu baku untuk puasa kristen, biasanya waktunya sama dengan yang dit...

Merayakan Tahun Baru 2015 di Melbourne

Hai.. Selamat tahun baru 2015 semuanya.. Semoga di tahun baru 2015 ini kita semua menjadi manusia yang lebih baik hehe.. Ini adalah tahun baru pertama saya dan suami di Melbourne.. Eh, seharusnya yang kedua sih buatku, karena dulu waktu kecil pernah liburan sama ortu ke Melbourne, sebelum tahun 2000 hahaha.. lama amat ya.. udah lupa sih sebenernya.. Dan tahun baru 2015 ini menjadi tahun baru pertama saya, sejak beberapa tahun absen nggak perna liat lagi acara kembang api tahun baru secara live. Selama ini kalau di Indonesia, paling cuman lihat acara countdown tahun baruan di TV, channel Transtv, RCTI dll yang suka nampilin acara beginian. Kadang ada beberapa juga yang menampilkan acara kembang api negara negara lain yang kelihatannya bombastis. Kali ini.. aku bener bener ada di Melbourne, sebuah keajaiban juga.. Aku rasa tahun 2014 bener bener tahun titik balik buat kami.. Di mana kami diberi seorang anak laki laki yang ganteng (narsis mode on), terus bisa merasakan hidup di negeri kan...

Pengalaman mencari kerja dan natalan di Melbourne

Akhirnya aku bisa ngeblog juga, setelah mengalami naik turunnya kehidupan di Melbourne selama 2 bulan hahahaha.. Yah begitulah, belajar dan bekerja di Melbourne bener bener butuh perjuangan, apalagi buat yang.... bukan dan belum jadi permanent resident... membiayai kuliah sendiri.. Dan di sini, aku mendapatkan teman teman seperjuangan baik sesama orang Indonesia dan teman mancanegara.. Kelanjutan dari cerita sebelumnya yaitu aku ditraining di 711 dan hampir mendapatkan kerjaan impian karena bosnya baik dan klik denganku, ternyata tidak berakhir dengan indah (huhuhuhu..), waktu itu, si bos sebenernya udah mau mengangkatku jadi pegawai tetap, tapi tiba tiba aja pegawai lamanya yang katanya mau resign itu mau memperpanjang kontrak.. Jadi waktu itu, sore sore, sebelum aku pulang sekolah, si bos telpon aku dan ngabarin berita yang bagiku bagaikan petir di sore bolong.. Aku yang limbung begitu dapet telpon itu cuman bilang oke oke aja, tapi setelahnya, dunia bener bener terasa runtuh, aku ...

My First Month in Melbourne

Akhirnya.. setelah sebulan rada grotal gratul, perlahan tapi pasti aku dan suami mulai mendapatkan pencerahan.. Terimakasih banget buat Tuhan Yesus yang sudah menyertai kami, mempertemukan kami dengan orang orang yang baik hati di Melbourne, meskipun sebelumnya kami belum pernah mengenal satu dengan yang lain..  Awal awal kedatangan kami kesini, kami dijemput oleh housemate kami, Taufan (kami tinggal bersama istri dan anaknya), baik hati kan.. Padahal kami belum pernah ketemu sebelumnya.. Untuk pesan taksi uber disini aja sekali jemputan kita kena charge 50 dollar, tapi kami nggak kena charge karena dijemput oleh housemate kami dengan cuma cuma.. Hari itu juga aku langsung ke kampus, orientasi, lalu pulangnya ada suamiku dan 2 teman kami (kalo yang ini kami udah kenal sebelumnya). Susu dan Bobbi yang jadi tour guide kami untuk mengurus akun bank dan simcard telepon, lalu beli kartu myki, beli beras dan sebagainya.. Bobbi juga baik banget karena kami ditraktir makan 2x.. Pert...

Siapa Bilang Hanya Orang Kaya yang Bisa Sekolah Luar Negeri?

Kalau menurut orang Indonesia, umumnya yang bisa sekolah luar negeri hanya anak orang kaya atau orang yang pintar banget.. Semacam sekolah kedokteran lah.. dulu waktu aku mau kuliah kedokteran, someone told me kalo yang bisa kuliah kedokteran di Indonesia ya kalo bukan orang kaya ya orang pintar banget, lah kalo cuman sedang sedang saja sih susahh.. Okay, kuakui pertama kali mendengar statement ini aku tersinggung, habis yang ngomong begitu itu emang anak orang kaya yang siap bayar berapapun harganya buat masuk kedokteran.. Toh meskipun dia bukan anak IPA, nyatanya juga bisa kuliah bidang kedokteran dan denger denger sih lulus juga (hebat kan kalau niat).. So, buat apa juga ya di SMA ada pembagian kelas IPA dan IPS.. Nah kalau sekolah di luar negri ini emang salah satu impianku, seperti yang pernah kutuliskan di  sini . Aku memang bukan orang yang kaya atau pintar banget.. Aku sih cuman sedikit di atas rata-rata.. Kalau jadi orang kayaaa sih pernah waktu masih keciiill.. Tapi ...

Menyapih Jose dengan Cinta dan Doa

Terhitung sejak hari Jumat tanggal 19 September 2014 kemarin, aku balik ke Surabaya dan mulai stand by di rumah mama sebelum aku dan suami berangkat ke Aussie.. Hal itu dikarenakan kami akan menitipkan Jose sementara pada pho pho- nya yaitu mamaku.. Yahh memang sih banyak orang yang bilang "kasihan ya anakmu kok ditinggal..." atau "udah tega ta ninggalin anak" atau "kamu nggak kangen ta sama anak" dan omongan semacamnya itu.. Wahhh.. sebenernya kalo ditanya begitu jawabannya ya kangen, tapi buat kebaikan.. Bukan karena tega nggak tega, tapi semua yang aku dan suami lakukan pasti yang terbaik untuk Jose.. Bahkan pergumulan ini sudah terjadi lama sebelum Jose lahir, di dalam kandungan pun kami sudah memikirkan hal ini dengan baik-baik.. Lah gimana, wong kami berdua pergi ke Australia masih butuh beradaptasi dengan lingkungan baru, kehidupan baru, kerjaan baru, ditambah aku juga harus kuliah.. Riskan sekali bagi kami untuk membawa serta anak, apalagi kami pe...